Rabu, 11 Mei 2011

Kespro Status Sosial Wanita (Endha Blogspot)

BAB I

PENDAHULUAN


1.1 LATAR BELAKANG

Status adalah kedudukan seseorang di dalam keluarga dan masyarakat. Jadi status social wanita adalah kedudukan seorang wanita yang akan mempengaruhi bagaimana seseorang wanita diperlakukan, bagaimana dia dihargai dan kegiatan apa yang boleh dilakukan.


1.2 RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah yang kami angkat yaitu Pemahaman akan status sosial wanita dan peranannya.


1.3 TUJUAN
1. Tujuan Umum
Mengetahui akan status sosial wanita dan peranannya.


2. Tujuan Khusus
a. Mengetahui apa status sosial.
b. Mengetahui apa saja peran wanita
c. Mengetahui penyebab terjadinya status sosial wanita dan perannya

1.4 MANFAAT
1. Bagi Mahasiswa
Makalah ini diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan dan wawasan mahasiswa, sehingga dapat mengaplikasikannya dalam memberikan asuhan kebidanan.


2. Bagi Petugas Kesehatan
Makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi petugas kesehatan khususnya bidan dalam memberikan asuhan kebidanan.


BAB II

PEMBAHASAN

A. Status Sosial

1. Pengertian

Status adalah kedudukan seseorang di dalam keluarga dan masyarakat. Jadi status social wanita adalah kedudukan seorang wanita yang akan mempengaruhi bagaimana seseorang wanita diperlakukan, bagaimana dia dihargai dan kegiatan apa yang boleh dilakukan.

2. Faktor Yang Mempengaruhi Status Wanita

Status wanita dipengaruhi oleh :

a. Rendahnya kedudukan wanita dari pria

Walaupun separuh dari penghuni dunia adalah wanita namun sampai abad yang lalu dunia seni, politik, ekonomi, perdagangan adalah dunia laki-laki. Karena itu wanita hidupnya bagaikan mengambang dalam keremangan senja, bergerak hanyut seperti bayangan dibelakang panggung pria dan tidak berarti.

Hukum manusia dari dulu hingga sekarang adalah hukum laki-laki, khususnya dibidang politik, pemerintah adalah pemerintahan pria dan Negara adalah Negara pria. Terutama dibidang politik, wanita ditolak untuk menduduki posisi kepemimpinan dan fungsi-fungsi kunci, karena dianggap kurang mampu dan dilihat sebagai saingan kaum pria.

b. Rendahnya tingkat pendidikan wanita dibanding pria

Ketika orang tua akan memutuskan untuk membiayai pendidikan anaknya umumnya kaum laki-laki yang mendapat prioritas utama untuk memperoleh pendidikan yang tinggi untuk bekal menjadi kepala keluarga dan pencari nafkah yang baik, sedangkan wanita kurang perlu mendapat pendidikan tinggi karena nantinya juga harus bertugas menjadi ibu rumah tangga, kembali mengurus keluarga.

Persepsi ini yang merugikan kaum wanita karena dianggap kurang penting memperoleh pendidikan yang tinggi sehingga mengakibatkan banyak wanita tetap terpuruk dalam kebodohan karena tingkat pendidikan yang rendah.

c. Perlindungan hukum, hak dan kewajiban wanita serta peran ganda wanita

sebagai ibu rumah tangga dan pencari nafkah

Di masyarakat seorang wanita tidak boleh memiliki / mewarisi hak milik atau mencari penghasilan. Bila wanita dicerai maka dia tidak boleh merawat anaknya lagi atau hak miliknya.

Meskipun wanita punya hak secara hokum tetapi tradisi tidak akan mengijinkan untuk mengkontrol hidupnya sendiri. Selain itu karena ekonomi keluarga yang kurang baik, meningkatkan wanita untuk berperan ganda sebagai ibu rumah tangga dan pencari nafkah.

3. Dampak Status Social Wanita

Dengan status wanita yang rendah akan berdampak pada :

a. Kehidupan social :

Ø Kehidupan wanita terbelenggu

Ø Potensi wanita terpendam karena harus sering mengalah

Ø Wanita lebih terbelakang pada setiap strata social ekonomi

Ø Suara dan kepentingan wanita kurang terwakili

Ø Hak asasi tertekan

Ø Kontribusi peran alamiah tidak tampak

b. Kesehatan :

Ø Ancaman infeksi tinggi

Ø Perlindungan terhadap trauma dan kecelakaan rendah

Ø Kebutuhan bio, psiko, social dan cultural kurang perhatian

Ø Ancaman kesehatan reproduksi tinggi

Ø Akses pelayanan kesehatan kurang

Ø Menginginkan anak laki-laki dari pada perempuan

Ø Tidak punya hak hokum dan kekuatan untuk memutuskan

Ø Terlalu banyak anak atau sering melahirkan

4. Masalah Yang Berhubungan Dengan Status Wanita

a. Kedudukan wanita di masyarakat yang rendah

Peran lelaki sebagai kepala keluarga dan pencari nafkah serta wanita sebagai ibu rumah tangga, ternyata menempatkan wanita pada status yang kurang menguntungkan yang menyebabkan wanita lebih rendah dari laki-laki.Status wanita akan kurang menguntungkan dan semakin tidak menguntungkan jika dia berperan ganda, dimana dia harus bersaing dengan kaum pria yang dari segi pendidikan dan pencurahan waktu ke sector public.

Ketimpangan kelas berdasarkan jenis kelamin ini dikarenakan system kemasyarakatan yang bersifat patriarchal membenarkan hal ini berlangsung. Bahkan hal ini dianggap wajar Karen apembagian peran kedua jenis kelamin ini memang dipersiapkan sesuai dengan nilai-nilai kodratnya masing-masing.

Selama structural masyarakat patriarchal ini masih bertahan, maka selama itu pula wanita akan tetap menjadi warga “kelas dua” di dalam kehidupan social ekonomi.

b. Wanita memperoleh perlakuan tidak layak

Kaum wanita biasanya diperlakukan tidak sama dengan kaum pria. Kaum wanita biasanya mempunyai kekuasaan, sumber daya dan kedudukan yang lebih lemah baik dikeluarga atau di masyarakat. Ketimpangan yang mendasari ini menyebabkan :

Ø Kaum wanita tidak mampu menjangkau pelayanan kesehatan dan informasi kesehatan yang penting.

Ø Kaum wanita banyak yang berpendidikan rendah dari kaum pria

Ø Kaum wanita banyak yang tidak mempunyai kendali atas hak menerima pelayanan kesehatan yang mendasar.

5. Usaha perbaikan status social wanita baik dikeluarga maupun masyarakat

Tatanan masyarakat akan mendorong kaum wanita jatuh dalam kemiskinan dan derajat kesehatan yang buruk. Tapi tatanan masyarakat bisa di ubah menjadi pendorong kea rah kesehatan yang lebih baik, bukan justru mendatangkan masalah kesehatan. Karena penyebab masalah kesehatan berawal dari lingkungan keluarga, masyarakat dan Negara. Perubahan-perubahan akan memajukan derajat kesehatan wanita terjadi pada setuiap jenjang tingkat tersebut diatas.

a. Usaha perbaikan dilingkungan keluarga

Ø Memperbaiki derajat kesehatan kita dengan cara mempelajari masalah kesehatan wanita dan dengan merubah hidup kita sendiri dan lingkungan keluarga.

Ø Bicarakan dengan pasangan hidup apa yang dibutuhkan oleh masing-masing pihak untuk memajukan derajat kesehatan yang lebih baik, termasuk melakukan cara hubungan suami-istri aman dan berbagi beban kerja yang lebih adil.

Ø Berusaha untuk memajukan kesehatan dan masa depan anak-anak.

b. Usaha perbaikan dan perubahan di lingkungan masyarakat

Ø Berbagi informasi : temukan cara untuk menyebarkan informasi tentang masalah kesehatan umum yang ada di masyarakat setempat, sehingga setiap orang tahu masalah tersebut.

Ø Bentuk suatu kelompok pendukung : kaum wanita yang menderita masalah yang sama seperti wanita korban pemerkosaan / pelecehan seksual.

Ø Berusaha menuju kemandirian : program yang bisa membantu wanita mencari nafkah sendiri dan memperbaiki lingkungan kerja juga membantu wanita untuk membuat keputusan sendiri dan menumbuhkan harga diri.

B. Peran Wanita

1. Pengertian

Peran wanita adalah serangkaian perilaku yang diharapkan sesuai dengan posisi social yang diberikan kepada wanita. Peran menerangkan pada apa yang harus dilakukan wanita dalam suatu situasi tertentu agar dapat memenuhi harapan mereka sendiri dn harapan orang lain.

2. Secara Sosial Wanita Selalu Memiliki Peran

a. Peran wanita dalam keluarga

Ø Sebagai istri dan pendamping suami

Seorang wanita memiliki peran sebagai pendamping pria, mencakup sikap hidup yang mantap bisa mendampingi suami dalam situasi senang atau sedih disetai rasa kasih sayang, kecintaan, loyalitas dan kesetiaan pada partner hidupnya, juga mendorong suami untuk berkarir dengan cara-cara yang sehat.

Ø Sebagai ibu dan pendidik bagi anak-anak

Setelah melahirkan wanita akan berperan sebagai ibu. Bila ibu tersebut mampu menciptakan iklim psikis yang gembira, bahagia dan bebas sehingga suasana rumah tangga menjadi semarak dan bisa membrikan rasa aman, bebas, hangat, menyenagkan serta penuh kasih saying dengan begitu suami akan betah tinggal dirumah.

Selain berperan sebagi ibu, wanita juga berperan dalam mendidik dan menciptakan moralitas dan akhlak yang baik bagi anak-anaknya.

Ø Sebagai partner seks

Tujuan berumah tangga adalah meneruskan keturunan dengan itu hubungan intim pasangan suami-istri sudah menjadi satu kesatuan, jadi terdapatnya hubungan heteroseksual yang memuaskan tanpa disfungsi (gangguan-gangguan fungsi) seks. Ada relasi seksual yang tidak berlebih-lebihan, tidak hiperseksual dan tidak kurang, maka kehidupan seks yang mapan terutama disebabkan oleh kehidupan psikis yang stabil, imbang tanpa konflik-konflik batin yang serius. Ada kesedihan untuk memahami partnernya serta rela berkorban.

Ø Sebagai pengatur/pengelola rumah tangga

Dalam hal ini terdapat relasi-relasi formal dan semacam pembagian kerja (devision of labour), dimana suami bertindak sebagai pencari nafkah, istri berfungsi sebagai pengurus rumah tangga tetapi seringkali juga berperan sebagai pencari nafkah.

Dalam pengurusan rumah tangga ini yang sangat penting ialah factor kemampuan membagi waktu dan tenaga untuk melakukan berbagai macam tugas pekerjaan dirumah tangga dari pagi sampai larut malam.

b. Peran wanita dalam masyarakat

Peran wanita di masyarakat adalah segala kegiatan atau aktifitas yang dilakukan wanita diluar lingkungan rumah tangga.

Tujuan agar wanita dapat ikut berperan aktif dalam pembangunan nasional dan ikut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dengan kemampuan yang dimilkinya.

Peran wanita dalam pembangunan dimana wanita ikut serta mensukseskan program nasional bidang :

Ø Program Keluarga Berencana

Ø Peningkatan Kesehatan Masyarakat

Ø Pendidikan kaum ibu dan kesejahteraan keluarga

c. Peran wanita dalam organisasi profesi

Selain berperan di keluarga dan masyarakat sudah banyak wanita-wanita yang berperan dalam organisasi profesi seperti pemberdayaan perempuan (KOMNAS PEREMPUAN) dan organisasi-organisasi yang bergerak di bidang wanita yang tujuannya untuk memperjuangkan hak-hak kaum wanita.

3. Faktor yang Mempengaruhi Peran Wanita

Faktor yang mempengaruhi peran wanita antara lain adalah keinginan wanita untuk memperoleh status dimasyarakat dan keinginan wanita untuk menikah dan berkeluarga.

Setiap wanita normal menginginkan hidup berkeluarga, karena keluarga merupakan arena peluang untuk memainkan fungsi-fungsi kewanitaannya.

4. Dampak Peran

Dampak yang ditimbulkan dari peran wanita baik dikeluarga maupun di masyarakat :

a. Minimalnya waktu untuk privasi

Ø Kurangnya perawatan diri

Ø Kurangnya waktu untuk istirahat

Ø Kurangnya disiplin terhadap kebutuhan nutrisi

Ø Keterbatasan waktu menyebabkan wanita jarang makan dan kelelahan menjadikan wanita kurang makan.

b. Ancaman kesehatan

Wanita sering mengalami gangguan kesehatan tertentu karena pekerjaaan mereka, karena kurang gizi, atau karena kelelahan. Penyakit bisa menjadi ancaman berbahaya yang berbeda pada wanita dari pada pria. Misalnya wanita yang mengalami penyakit yang menyebabkan kecacatan / kelemahan biasanya ditolak oleh suami.

Selain itu wanita mengalami resiko kesehatan setiap hari dari pekerjaannya. Dirumah ancaman penykit paru karena asap dapur dan luka bakar dari memasak sangat mudah terjadi sehingga dianggap sebagai masalah kesehatan kerja utama bagi wanita.

Penyakit menular melalui air juga sering terjadi karena wanita menghabiskan sebagian besar waktunya di air, mncuci pakaian, mengambil air dan berdiri di air selama menanam padi.

Berjuta wanita nekerja diluar rumah mengalami gangguan kesehatan karena lingkungan kerja yang tidak aman. Dan sewaktu pulang kerumah mereka harus mendapatkan beban kerja dobel ini mengakibatkan kelelahan dan meningkatkan resiko penyakit.

c. Krisis psikologi-

Seperti tubuh wanita bisa sehat atau tidak sehat, demikian juga dengan daya penalaran dan jiwa seorang wanita. Bila penalaran dan jiwa wanita sehat, maka dia mempunyai kekuatan emosional untuk merawat kebutuhan fisik dan keluarga, untuk menemukan masalah-masalahnya dan berusaha mengatasinya, merencanakan masa depan dan membina hubungan yang memuaskan dengan orang lain.

Hampir setiap orang kadang-kadang mempunyai kesulitan untuk melakukannya. Tetapi bila kesulitan berlangsung terus dan menghambat kegiatan sehari-hari, maka ia akan menjadi tegang dan nervus sehingga ia tidangak bisa merawat keluarganya dan mengalami gangguan kesehatan jiwa.

5. Masalah yang Berhubungan dengan Peran Wanita

a. Stres (Frustasi dalam peran)

Kegiatan dan kejadian sehari-hari sering memberikan tekanan pada wanita sehingga menyebabkan ketegangan pada tubuh dan jiwanya (stress). Bila seorang wanita mengalami tekanan yang bertubi-tubi setiap harinya dan dalam jangka waktu yang lama dia akan merasa kewalahan dan tidak bisa mengatasinya.

b. Konflik peran (harapan-harapan peran yang tidak sesuai)

Dibeberapa wilayah, wanita dipaksa untuk berubah secara cepat karena perubahan dalam tingkat ekonomi atau karena konflik politik. Banyak perubahan-perubahan ini membutuhkan perubahan yang menyeluruh pada sendi-sendi keluarga dan masyarakat sehingga banyak wanita yang merasa harapan untuk peran yang dia inginkan tidak sesuai.

c. Kurang memadainya ketrampilan untuk memecahkan masalah

Wanita sering tidak punya kesempatan khusus dalam kehidupan sehari-hari yang sangat sibuk untuk melakukan sesuatu bagi dirinya sendiri.


BAB III
PENUTUP


3.1 KESIMPULAN

Walaupun separuh dari penghuni dunia adalah wanita namun sampai abad yang lalu dunia seni, politik, ekonomi, perdagangan adalah dunia laki-laki. Karena itu wanita hidupnya bagaikan mengambang dalam keremangan senja, bergerak hanyut seperti bayangan dibelakang panggung pria dan tidak berarti.

Hukum manusia dari dulu hingga sekarang adalah hukum laki-laki, khususnya dibidang politik, pemerintah adalah pemerintahan pria dan Negara adalah Negara pria. Terutama dibidang politik, wanita ditolak untuk menduduki posisi kepemimpinan dan fungsi-fungsi kunci, karena dianggap kurang mampu dan dilihat sebagai saingan kaum pria.

3.2 SARAN

a. Bagi Mahasiswa
Diharapkan makalah ini dapat menambah pengetahuan mahasiswa dalam memberikan pelayanan kebidanan dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.


b. Bagi Petugas – petugas Kesehatan
Diharapkan dengan makalah ini dapat meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya dalam bidang kebidanan sehingga dapat memaksimalkan kita untuk memberikan health education

Tidak ada komentar:

Posting Komentar