Rabu, 18 Mei 2011

Makalah Filasafat Pendidikan, dan Manusia

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa,

dengan Rahmat, Taufiq, dan hidayah-Nya, penulis telah dapat menyelesaikan

makalah Hubungan Antara Filsafat, Manusia, dan Pendidikan ini.

Makalah ini terselesaikan sesuai dengan pembelajaran mata kuliah Filsafat

ilmu. Makalah ini berisikan tentang hubungan yang terjadi antara Filsafat,Manusia,

dan pendidikan di dalam kehidupan ini.

Penulis menyadari sepenuhnya dengan keterbatasan kemampuan pada diri

penulis bahwa penulisan ini masih jauh dengan apa yang dikatakan sempurna. Karena

itu, penulis mengharapkan adanya kritik dan saran dari para pembaca demi

tercapainya kesempurn aan makalah ini.

Penulis tak lupakan menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak

yang membantu terselesaikannya makalah ini. Semoga makalah ini benara-benar

bermanfaat bagi semua pembaca. Amin.

Surabaya, 1 Oktober 2010

Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ............................................................................................ i

KATA PENGANTAR ......................................................................................... ii

DAFTAR ISI ......................................................................................................... iii

BAB I : PENDAHULUAN ............................................................................. 1

A. Latar Belakang ............................................................................. 1

B. Rumusan Masalah ........................................................................ 2

C. Tujuan Masalah ............................................................................ 2

BAB II : PEMBAHASAN ................................................................................ 4

A. Manusia dan Filsafat .................................................................... 4

B. Filsafat dan Pendidikan ................................................................ 5

C. Hubungan Antara Filsafat, Manusia, dan Pendidikan .................. 7

a. Kedudukan Filsafat dalam Ilmu Pengetahuan ........................ 7

b. Kedudukan Filsafat dalam Kehidupan Manusia ................... 8

BAB III : PENUTUP .......................................................................................... 11

A. Kesimpulan ......................................................................... 11

B. Saran .................................................................................... 13

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 15

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Di dalam proses kehidupan manusia pasti terjadi beberapa fenomena alam

yang terjadi . manusia akan dihadapkan dengan beberapa masalah hidup yang

kian terus menerus menghadangnya. Seperti diketahui semesta alam yang begitu

luas dan mungkin tak terbatas tidaklah mudah untuk dipahami, belum lagi

manusia akan dihadapkan oleh beberapa masalah hidup dalam mempertahankan

hidupnya di dunia sebagai makhluq hidup yang mempunyai berbagai kepentingan

dan mempunyai berbagai kebutuhan yang kompleks.

Manusia pada dasarnya dilahirkan ke dunia sebagai bayi yang tidak dapat

berbuat apa-apa tanpa pertolongan orang lain.mereka memerlukan bantuan orang

lain untuk dapat memepertahankan hidupnya. Dalam hidupnya manusia akan

dihadapkan kepada beberapa kemungkinan. Apa yan dibawanya sejak lahir

merupakan potensi dasar yang masih harus dikembangkan dalam lingkungan

melalui bantuan pihak lain, berupa pendidikan. Untuk dapat memilih dan

melaksanakan cara-cara hidup yang baik dalam berbagai masalah

kehidupan,manusia harus mendapatkan pendidikan. Oleh karena itu, pendidikan

merupakan suatu keharusan bagi manusia.

Dengan pendidikan manusia akan berkembang menjadi manusia yang

lebih dewasa. Karena pendidikan merupakan suatu upaya mendewasakan manusia

yaitu membimbing agar menjadi manusia yang bertanggungjawab. Dengan

tanggungjawab manusia akan menunjukkan adanya kesadaran normatif pada

dirinya, dimana dia menyadari dan membedakan mana perbuatan yang baik dan 5

buruk.dengan itu mereka telah membuktikan akan adanya kata hati dan hati

nurani mereka.

Proses kehidupan manusia juga tidak bisa lepas dari pemikiran-pemikiran

manusia akan suatu hal atau fenomena yang terjadi. Di dalam diri manusia

terdapat akal pikiran yang senantiasa bergolak dan berpikir, karena akal pikiran

tersebut dan dikarenakan oleh situasi dan kondisi alam dimana dia hidup selalu

berubah-ubah dan penuh dengan peristiwa-peristiwa penting bahkan terjadi

dengan dahsyat, yang kadang-kadang tidak kuasa untuk menentang dan

menolaknya, menyebabkan manusia itu tertegun, termenung, memikirkan segala

hal yang terjadi disekitar dirinya. Dan disini pemikiran secara filsafati akan

membawa manusia iti menuju kesuatu keputusan yang bijaksana. Karena filsafat

melatih kita untuk menjadi manusia yang bijaksana, arif dan percaya diri. Dalam

kompleksnya kehidupan manusia, manusia dituntut untuk menjadi manusia yang

bijaksana dan bertanggungjawab. Oleh karena itu tidak kita pungkiri tentang

adanya hubungan yang erat anatara manusia, filsafat dan pendidikan dalam

kehidupan manusia untuk tetap dapat mempertahankan hidupnya di dunia.

B. RUMUSAN MASALAH

1. Bagaimana kaitan antara Manusia dan Filsafat ?

2. Bagaimana kaitan antara Filsafat dan Pendidikan ?

3. Bagaimana hubungan antara Filsafat, Manusia dan Pendidikan ?

4. Bagaimana kedudukan Filsafat dalam Ilmu Pengetahuan ?

5. Bagaimana kedudukan Filsafat dalam Kehidupan Manusia ?

C. TUJUAN PEMBAHASAN

1. Untuk menjelaskan Bagaimana kaitan antara Manusia dan Filsafat ?

2. Untuk menjelaskan Bagaimana kaitan antara Filsafat dan Pendidikan ? 6

3. Untuk menjelaskan Bagaimana hubungan antara Filsafat, Manusia dan

Pendidikan ?

4. Untuk menjelaskan Bagaimana kedudukan Filsafat dalam Ilmu Pengetahuan ?

5. Untuk menjelaskan Bagaimana kedudukan Filsafat dalam Kehidupan

Manusia?

BAB II

PEMBAHASAN

A. MANUSIA DAN FILSAFAT

Di dalam diri manusia terdapat akal pikiran yang senantiasa bergolak dan

berpikir, karena akal pikiran tersebut dan dikarenakan oleh situasi dan kondisi

alam dimana dia hidup selalu berubah-ubah dan penuh dengan peristiwa-peristiwa

penting bahkan terjadi dengan dahsyat, yang kadang-kadang tidak kuasa untuk

menentang dan menolaknya, menyebabkan manusia itu tertegun, termenung,

memikirkan segala hal yang terjadi disekitar dirinya. Hal-hal yang menakjubkan

yang terjadi di dalam alam semesta inilah yang membuat manusia termenung,

berfikir dan berfikir. Bahkan manusia pun memikirkan alam gaib, alam di balik

dunia yang nyata ini, alam metafisika. Dan manusia pun telah membangun

pemikiran filsafat.

Kaitan antara filsafat dan manusia memang benar-benar erat,dimana

manusia itu sendirilah yang akan melahirkan sebuah filsafat. Memang pada

dasarnya manusia dilahirkan sebagai bayi yang tidak bis melakukan apa-apa tanpa

bantuan orang lain. Hal ini biasnya digambarkan bahwa manusia yang baru lahir

seperti sebuah kertas putih yang masih bersih dari coret-coretan. Dan dalam masa

tertentu kertas itu sedikit demi sedikit akan terdapat goresan-goresan. Dalam hal

ini yaitu menggambarkan akan fungsi herditas yang dibawa manusia itu sendiri

dan lingkungan sekitar tempat manusia itu berinteraksi dengan manusia yang

lainnya.

Secara etimologi filsafat berasal dari bahasa yunani Philosophi. Yang

berarti cinta akan kebijaksnaan.jadi dengan filsafat kita akan terdorong menjadi 8

orang yang bijaksana.Secara harfiah atau konseptual filsafat dapat juga diartikan

sebagai segala aktifitas manusia untuk merenungkan tentang segala ssuatu yang

ada, sehingga mempunyai makna yang mendalam. Dan biasanya filsafat juga

merupakan suatu sikap atau pandangan hidup manusia, karena filsafat seseorang

ialah keseluruhan jumlah kepercayaan atau keyakinannya, jadi setiap manusia

cenderung mempunyai suatu filsafat hidup atau pedoman hidup. Dilihat dari

definisi diatas telah terlihat dengan jelas kaitan antara filsafat dan manusia.

Filsafat bukan semata-mata permainan alam pikiran yang hanya untuk

memenuhi hasrat keingintahuan manusia, tetapi filsafat mempunyai fungsi dalam

kehidupan manusia. Ada beberapa alasan mengapa kita memerlukan filsafat, yaitu

bahwa :

1. filsafat membantu manusia dalam mengambil keputusan dan tindakan dalam

kehidupannya.

2. filsafat sedikit banyaknya dapat mengurangi kesalahpahaman dan konflik

dalam hidup.

3. untuk dasar menghadapi banyak kesimpangsiuran banyak hal dalam dunia

yang selalu berubah.

B. FILSAFAT DAN PENDIDIKAN

Di dalam proses pendidikan pasti akan melahirkan masalah-masalah

kependidikan. Semua masalah pasti dapat dicari jalan keluarnya. Tetapi tidak

semua masalah kependidikan dapat dipecahkan dengan menggunakan metode

ilmiah semata-mata. Karena banyak di antara masalah-masalah kependidikan

tersebut yang merupakan pertanyaan filosofis, yang memerlukan pendekatan

filosofis pula dalam pemecahannya. Analisa filsafat terhadap masalah-masalah

kependidikan tersebut, dengan berbagai cara pendekatannya, akan dapat

menghasilkan pandangan-pandangan tertentu mengenai masalah-masalah 9

kependidikan tersebut, dan atas dasar itu bisa disusun secara sistematis teori-teori

pendidikan.

Dilihat dari deskripsi di atas sudah dapat dilihat salah satu kaitan antara

filsafat dan pendidikan. Dengan uraian diatas juga akan menghasilkan dan akan

memperkaya tori-teori pendidikan dalam dunia pendidikan. Dengan demikian

terdapat hubungan fungsional antara filsafat dan teori pendidikan.

Filsafat dalam arti analisa filsafat adalah merupakan salah satu cara

pendekatan yang digunakan oleh para pakar pendidikan dalam memecahkan

problematika pendidikan dan menyusun tori-teori pendidikannya selain

menggunakan metode-metode ilmiah lainnya. Sementara itu dengan filsafat,

sebagai pandangan tertentu terhadap suatu objek,misalnya filsafat

idealisme,realisme,materialisme dan sebagainya, akan mewarnai pula pandangan

ahli pendidikan tersebut dalam teori pendidikan yang dikembangkannya. Aliran

filsafat tertentu akan mempengaruhi dan memberikan bentuk serta corak tertentu

terhadap tori-teori pendidikan yang dikembangkan atas dasar aliran filsafat

tersebut.

Filsafat juga berfungsi mengarahkan agar teori-teori dan pandangan

filsafat pendidikan yang telah dikembangkan tersebut bisa diterapkan dalam

praktek kependidikan sesuai dengan kenyataan dan kebutuhan hidup yang juga

berkembang dalam masyarakat. Merupakan kenyataan bahwa setiap masyarakat

hidup dengan pandangan dan filsafat hidupnya sendiri-sendiri yang berbeda

antara satu dengan yang lainnya. Dan sendirinya akan menyangkut kebutuhan-

kebutuhan hidupnya.

Filsafat sebagai suatu lapangan studi mengarahkan pusat perhatiannya dan

memusatkan kegiatannya untuk merumuskan dasar-dasar dan tujuan-tujuan 10

pendidikan, konsep tentang sifat hakikat manusia, serta konsepsi hakikat dan segi-

segi pendidikan serta isi moral pendidikannya. Filsafat juga merumuskan sistem

atau teori pendidikan ( science of education) yang meliputi politik pendidikan,

kepemimpinen pendidikan atau organisasi pendidikan, metodologi pendidikan

dan pengajaran termasuk pola-pola akulturasi dan peranan pendidikan dalam

pembangunan masyarakat dan negara.

C. HUBUNGAN ANTARA FILSAFAT, MANUSIA, DAN PENDIDIKAN

a. Kedudukan Filsafat dalam Ilmu Pengetahuan

Filsafat adalah induk dari ilmu pengetahuan (mater scientiarium) yang

melahirkan banyak ilmu pengetahuan yang membahas sesuai dengan apa yang

telah dikaji dan diteliti didalamnya. Dalam hal metode dan obyek studinya,

Filsafat berbeda dengan Ilmu pengetahuan, ilmu pengetahuan menyelidiki

masalah dari satu bidang khusus saja, dengan selalu menggunakan metode

observasi dan eksperimen dari fakta-fakta yang dapat diamati. Sementara

filsafat berpikir sampai di belakang fakta-fakta yang nampak.

Dalam ilmu pengetahuan, filsafat mempunyai kedudukan sentral, asal,

atau pokok. Karena filsafat lah yang mula-mula merupakan satu-satunya

usaha manusia dibidang kerohanian untuk mencapai kebenaran atau

pengetahuan. Memang lambat laun beberapa ilmu-ilmu pengetahuan itu akan

melepaskan diri dari filsafat akan tetapi tidaklah berarti ilmu pitu sama sekali

tidak membutuhkan bantuan dari filsafat. Filsafat akan memberikan alternatif

mana yang paling baik untuk dijadikan pegangan manusia.

Bisa disimpulkan bahwa ilmu pengetahuan itu menerima dasarnya dari

filsafat, antara lain :

1. Setiap ilmu pengetahuan itu mempunyai objek dan problem 11

2. Filsafat juga memberikan dasar-dasar yang umum bagi semua ilmu

pengetahuan dan dengan dasar yang umum itu dirumuskan keadaan dari

ilmu pengetahuan itu.

3. Di samping itu filsafat juga memberikan dasar-dasar yang khusus yang

digunakan dalam tiap-tiap ilmu pengetahuan.

4. Dasar yang diberikan oleh filsafat yaitu mengenai sifat-sifat ilmu dari

semua ilmu pengetahuan. Tidak mungkin tiap ilmu itu meninggalkan

dirinya sebagai ilmu pengetahuan dengan meninggalkan syarat yang telah

ditentukan oleh filsafat.

5. Filsafat juga memberikan metode atau cara kepada setiap ilmu

pengetahuan.

b. Kedudukan Filsafat dalam Kehidupan Manusia

Untuk memberikan gambaran bagaimana kedudukan filsafat dalam

kehidupan manusia maka terlebih dahulu diungkapkan kembali pengertian

filsafat. Filsafat berarti cinta akan kebijaksanaan. Jadi seorang filosof adalah

orang yang mencintai kebijaksanaan dan hikmat yang mendorong manusia itu

sendiri untuk menjadi orang yang bijaksana. Dalam arti lain, filsafat

didifinisikan sebagai suatu pemikiran yang radikal dalam arti mulai dari

akarnya masalah samapai mencapai kebenaran melalui tahapan pemikiran.

Oleh karena itu seorang yang berfilsafat adalah orang yang berfikir secara

sadar dan bertanggung jawab dengan pertanggungjawaban pertama adalah

terhadap dirinya sendiri.

Kedudukan filsafat dalam kehidupan manusia yaitu memberikan

pengertian dan kesadaran kepada manusia akan arti pengetahuan tentang

kenyataan yang diberikan oleh filsafat. Berdasarkan dasar-dasar hasil

kenyataan, maka filsafat memberikan pedoman hidup kepada manusia,

pedoman itu mengenai sesuatu yang berada disekitar manusia sendiri seperti 12

kedudukan dalam hubungannya dengan yang lainnya. Kita juga mengetahui

bahwa alat-alat kewajiban manusia seperti akal, rasa dan kehendak. Dengan

akal, filsafat memberikan pedoman hidup untuk berpikir guna memperoleh

pengetahuan. Dengan rasa dan kehendak maka filsafat memberikan pedoman

tentang kesusilaan mengenai baik dan buruk.

Antara ketiga komponen, yaitu manusia, filsafat, dan pendidikan sangat

erat hubungannya. Manusia diahirkan sebagai bayi yang tidak bisa melakukan

tanpa bantuan orang lain. Hal ini biasanya digambarkan bahwa manusia yang

baru lahir seperti sebuah kertas putih yang masih bersih dari coret-coretan. Dan

dalam masa tertentu kertas itu sedikit demi sedikit akan terdapat goresan-goresan.

Dalam hal ini yaitu menggambarkan akan fungsi herditas yang dibawa manusia

itu sendiri dan lingkungan sekitar tempat manusia itu berinteraksi dengan manusia

yang lainnya.

Dalam proses kehidupan, manusia akan dihadapkan dengan berbagai

masalah. Untuk dapat memilih dan melaksanakan cara hidup yang baik. Dan hal

itu harus melalui pendidikan. Jadi bagi manusia pendidikan merupakan suatu

keharusan (Animal educandum). Karena potensi dasar yang dibawa sejak lahir,

masih harus dikembangkan lagi dalam lingkungannya melalui

pendidikan.(Animal educable). Kedewasaan merupakan tujuan perkembangan

manusia dan kata kunci dalam pendidikan. Karena pendidikan juga bisa disebut

sebagai suatu upaya mendewasakan anak manusia, yaitu membimbing anak agar

menjadi manusia yang bertanggung jawab(menunjukkan adanya kesadaran

normatif pada diri manusia)

Peran filsafat dalam kehidupan manusia disini yaitu sebagai pola pikir

manusia yang yang bijaksana, arif dalam menjalani suatu kehidupan..sesuai

dengan pengertiannya dari segi etimologi. Filsafat akan mengajarkan dan melatih 13

manusia untuk bersikap yang bijaksana dalam hidup. Terkadang dengan berfikir

filsafat, sseorang akan mempunyai suatu filsafat hidup atau pandangan atau

pedoman hidup yang baik.

Oleh karena itu erat sekali hubungan antara keberadaan manusia, filsafat dan

pendidikan dalam proses kehidupan manusia di dunia ini.

BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Manusia dan Filsafat

Manusia dan Filsafat mempunyai kaitan yang cukup erat dalam suatu

kehidupan. Manusia memiliki akal pikiran dan berbagai kebutuhan untuk suatu

hal yang diinginkan yang akan melahirkan suati pemikiran filsafati. filsafat juga

merupakan suatu sikap atau pandangan hidup manusia, karena filsafat seseorang

ialah keseluruhan jumlah kepercayaan atau keyakinannya, jadi setiap manusia

cenderung mempunyai suatu filsafat hidup atau pedoman hidup.

Filsafat bukan semata-mata permainan alam pikiran yang hanya untuk

memenuhi hasrat keingintahuan manusia, tetapi filsafat mempunyai fungsi dalam

kehidupan manusia. Ada beberapa alasan mengapa kita memerlukan filsafat, yaitu

bahwa :

1. filsafat membantu manusia dalam mengambil keputusan dan tindakan dalam

kehidupannya.

2. filsafat sedikit banyaknya dapat mengurangi kesalahpahaman dan konflik

dalam hidup.

3. untuk dasar menghadapi banyak kesimpangsiuran banyak hal dalam dunia

yang selalu berubah

Filsafat dan Pendidikan

Tidak semua masalah kependidikan dapat dipecahkan dengan

menggunakan metode ilmiah. Karena banyak di antara masalah-masalah

kependidikan tersebut yang merupakan pertanyaan filosofis, yang memerlukan

pendekatan filosofis pula dalam pemecahannya. Analisa filsafat terhadap 15

masalah-masalah kependidikan tersebut, akan dapat menghasilkan pandangan-

pandangan tertentu mengenai masalah-masalah kependidikan tersebut, dan atas

dasar itu bisa disusun secara sistematis teori-teori pendidikan. Disinilah bisa kita

lihat salah satu keterkaitan antara keduanya

Filsafat juga berfungsi mengarahkan agar teori-teori dan pandangan

filsafat pendidikan yang telah dikembangkan tersebut bisa diterapkan dalam

praktek kependidikan sesuai dengan kenyataan dan kebutuhan hidup yang juga

berkembang dalam masyarakat. Merupakan kenyataan bahwa setiap masyarakat

hidup dengan pandangan dan filsafat hidupnya sendiri-sendiri yang berbeda

antara satu dengan yang lainnya. Filsafat juga merumuskan sistem atau teori

pendidikan ( science of education) yang meliputi politik pendidikan,

kepemimpinen pendidikan atau organisasi pendidikan, metodologi pendidikan

dan pengajaran termasuk pola-pola akulturasi dan peranan pendidikan dalam

pembangunan masyarakat dan negara.

Hubungan antara Manusia,Filsafat, dan Pendidikan

Filsafat adalah induk dari ilmu pengetahuan (mater scientiarium) yang

melahirkan banyak ilmu pengetahuan yang membahas sesuai dengan apa yang

telah dikaji dan diteliti didalamnya. Dalam ilmu pengetahuan, filsafat mempunyai

kedudukan sentral, asal, atau pokok. Karena filsafat satu-satunya yan telah

mencapai kebenaran atau pengetahuan. Filsafat akan memberikan alternatif mana

yang paling baik untuk dijadikan pegangan manusia.

Filsafat memberikan dasar-dasar yang umum bagi semua ilmu

pengetahuan, Di samping itu filsafat juga memberikan dasar-dasar yang khusus

yang digunakan dalam tiap-tiap ilmu pengetahuan.Dasar yang diberikan oleh

filsafat yaitu mengenai sifat-sifat ilmu dari semua ilmu pengetahuan. Filsafat juga

memberikan metode atau cara kepada setiap ilmu pengetahuan 16

Filsafat berarti cinta akan kebijaksanaan. Jadi seorang filosof adalah orang

yang mencintai kebijaksanaan dan hikmat yang mendorong manusia itu sendiri

untuk menjadi orang yang bijaksana dalam menjalani hidup. filsafat memberikan

pedoman hidup kepada manusia, Dengan akal, filsafat memberikan pedoman

hidup untuk berpikir guna memperoleh pengetahuan. Dengan rasa dan kehendak

maka filsafat memberikan pedoman tentang kesusilaan mengenai baik dan buruk

Antara ketiga komponen, yaitu manusia, filsafat, dan pendidikan sangat

erat hubungannya. Manusia diahirkan sebagai bayi yang tidak bisa melakukan

tanpa bantuan orang lain. Dalam proses kehidupan, manusia akan dihadapkan

dengan berbagai masalah kehidupan. Untuk dapat memilih dan melaksanakan

cara hidup yang baik. Manusia memerlukan pendidikan. Dengan pendidikan

manusia akan menjadi lebih dewasa dan bertanggung jawab

Peran filsafat dalam kehidupan manusia disini yaitu sebagai pola pikir

manusia yang yang bijaksana, arif dalam menjalani suatu kehidupan..sesuai

dengan pengertiannya dari segi etimologi. Filsafat akan mengajarkan dan melatih

manusia untuk bersikap yang bijaksana dalam hidup. Terkadang dengan berfikir

filsafat, sseorang akan mempunyai suatu filsafat hidup atau pandangan atau

pedoman hidup yang baik. Dengan keterkaitan itu manusia akan menjadi

manusia yang lebih dewasa, percaya diri, arif, bijkasana dan bertanggu ngjawab

dalam menjalani kehidupan.

B. SARAN

Di dalam kehidupan nyata manusia di hadapkan oleh berbagai macam

fenomena. Manusia dituntut untuk menjadi manusia yang peka terhadap

perkembangan zaman. Oleh sebab itu manusia diharuskan untuk menjadi manusia

yang mempunyai daya fikir yang cerdas dalam menyikapi suatu masalah yang 17

ada. tapi hal itu kurang lengkap tanpa adanya suatu kebijakanaan dan tanggung

jawab di dalamnya.

Beberapa rumusan tujuan umum bagi ilmuwan muda ketika mempelajari

filsafat yaitu untuk lebih memanusiakan diri, mendidik dan membangun diri,

untuk membangun kebiasaan bersikap objektif , untuk menghilangkan egoisme

(kepicikan) dan membuat kita memiliki pandangan yang luas dan bijak dalam

menyikapi berbagai masalah hidup dan kehidupan. Selain itu filsafat juga

menjadikan kita menjadi diri sendiri , memiliki cara berpikir yang disempurnakan

dan memiliki sikap kritis terhadap berbagai hal. Sebagai seorang ilmuwan muda

yang sedang membangun jati diri mahasiswa perlu menempa diri dengan filsafat

agar menjadi ilmuwan yang baik di kemudian hari.

Dengan mempelajari hubungan antara filsafat, manusia, dan pendidikan.

Kita akan lebih memahami manfaat-manfaat yang terkandung di dalamnya.kita

akan lebih paham tentang hal-hal positif yang akan kita peroleh melalui filsafat

dan pendidikan. Kita akan menjadi manusia yang berwawasan luas, cerdas,

percaya diri, lebih-lebih kita akan menjadi lebih dewasa, bijaksana dan

bertanggung jawab dalam menjalani kehidupan bersama masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

Delfgaauw, Bernard.1992. Sejarah Ringkas Filsafat Barat. Yogyakarta: PT. Tiara

Wacana Yogya.

Arifin,H.M. Prof. M.Ed.,1996. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.

Prasetya,Tri,Drs.1997. Filsafat Pendidikan. Bandung: CV. Pustaka Setia.

Indar,Djumberansjah,H.M., Drs., M.Ed.,1994. Filsafat Pendidikan. Surabaya: Karya

Abditama.

Ihsan,Hamdani,H., Drs., Ihsan, Fuad, H.A., Drs., 1998. Filsafat Pendidikan Islam.

Bandung: CV. Pustaka Setia.

Ibrahim, Rusli, Drs., MA., 2000. Pengantar Kependidikan. Departement Pendidikan

Nasional.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar