Kamis, 16 Juni 2011

Asuhan Kebidanan Pada Ibu Nifas

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perkembangan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi semua orang, agar dapat terwujud kesehatan masyarakat yang optimal. Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan seorang hidup produkitf secara sosial dan ekonomis (Depkes RI, 2007).

Di Indonesia tahun 2008 Angka Kematian Ibu (AKI) 235 per 100.000 kelahiran hidup hingga akhir tahun 2009 diharapkan Angka Kematian Ibu mencapai 226 per 100.000 kelahiran hidup. Kepala dinas Sumatra Selatan menyatakan bahwa AKI di Sumatra Selatan masih tinggi yaitu pada tahun 2007 tercatat 424 dari 100.000 kelahiran hidup. Tinggi AKI melahlirkan ini akibat faktor kemiskinan (Dinkes Sumsel,2007).

Asuhan masa nifas sangat diperlukan karena merupakan masa kritis baik ibu maupun bayi. Diperkirakan 60% kematian ibu akibat kehamilan terjadi setelah persalinan dan 50% kematian masa nifas terjadi dalam 24 jam pertama. (Wiknjosastro, 2007)

Berdasarkan data yang didapat dari Dinas Propinsi Sumatera Selatan AKI pada tahun 2007 adalah 467/100.000 kelahiran hidup, sedangkan AKI disebabkan karena perdarahan yaitu 45 kasus (0,03%) dari 174.618 persalinan. Pada tahun 2008 AKI yang disebabkan karena perdarahan sebanyak 43 kasus (0,02%) dari 177.058 persalinan. (Profil Dinas Kesehatan Prop. Sum-Sel,2008)

Berdasarkan uraian diatas maka kami tertarik untuk membahas kasus Ny.”F” yang dalam laporan ini berjudul “Asuhan Kebidanan Pada Ibu Nifas Ny.”F” Dengan Post Partum Spontan Drip Di RRI Obgyn RSUD Dr. Ibnu Sutowo Baturaja Tahun 2011” dengan menggunakan metode SOAP.

B. Tujuan

1. Tujuan Umum

Agar mahasiswa mampu melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu nifas, sesuai dengan

standar pelayanan kebidanan di RRI Obgyn RSUD Dr. Ibnu Sutowo.

2. Tujuan Khusus

a. Agar dapat melakukan pengkajian data dalam memberikan asuhan kebidanan pada ibu

nifas Ny.”F” dengan post partum spontan di RRI Obgyn RSUD Dr. Ibnu Sutowo.

b. Agar dapat menginterprestasikan data dasar untuk mengidentifikasikan diagnosa atau masalah

berdasarkan data-data yang telah dikumpulkan.

c. Agar dapat mengidentifikasikan masalah dan diagnosa potensial serta mengantisipasi

penanganannya.

d. Agar dapat menetapkan kebutuhan terhadap masalah yang memerlukan penanganan segera.

e. Agar dapat menetapkan rencana asuhan yang dibutuhkan sesuai dengan kebutuhan ibu.

f. Agar dapat mengimplementsikan asuhan yang telah direncanakan.

g. Agar dapat mengevaluasi rencana asuhan yang telah diberikan.

C. Waktu

Pengambilan Data dan Pengkajian Asuhan Kebidanan Pada Ibu Nifas Ny.”F” dengan post partum

spontan dilakukan pada tanggal 7-8 Mei 2011

D. Tempat

Di RRI Obgyn RSUD Dr. Ibnu Sutowo Baturaja.


BAB II

STRUKTUR ORGANISASI RRI OBGYN

A. Struktur Organisasi RRI Obgyn RSUD Dr. Ibnu Sutowo Baturaja



Kepala Ruang Kebidanan

Dr. Hafiz Usman, SpOg

NIP : 198052072019803001


Lidia Apriani,Am.Keb

Della Afriana

NIP: 198304082008012004

Erni Yusnidar

NIP: 197702022000501209

Sri Marlina, Am.Keb

Nova Apriani,Am.Keb

Yulia Hartati,Am.Keb

Maulina Anggraini,Am.Keb

Riska Amalia Sari,Am.Keb

Febrianti,Am.Keb

Sri Andayani,Am.Keb

Yossi Yuniarti,Am.Keb

Fera Haryani,Am.Keb

Bagian Farmasi

Dwi Febri M.Farm

NIP: 198802022011012004

Pencatatan bayi rawat gabung imunisasi

Evi Susanti,Am.Keb

NIP: 19781022200501243

Bagian teknis dan CM

Sri Rahmawati,Am.Keb

NIP: 197809132002122

Pengelolah Assos

Emilia Contesa,Am.Keb

NIP: 1978071520070102002

Ketua Tim C

B. Sugiarti,Am.Keb

NIP: 196405042006042001

Ketua Tim B

Siti Fatimah,Am.Keb

NIP: 1966909251989022002

Ketua Tim A

Rohana, Am.Keb

NIP: 19551429721222002








Desi Yunita


Meila Fitriana,Am.Keb


Wiwit Puspita Sari,Am.Keb

NIP: 1988062010012002



Jadwal Kegiatan Harian di RRI Obgyn RSUD Dr. Ibnu Sutowo Baturaja.

Dinas Pagi

Jam

Kegiatan/ Aktifitas

07.30 – 08.00 WIB

- Pre conference dan doa

- Operan Pasien dan Status

- Operan Alat

- Mengontrol kebersihan ruangan dan alat

- Mengisi Absen.

08.00 – 13.00 WIB

- Memberi asuhan berkelanjutan

- Melakukan asuhan kebidanan

- Kolaborasi dengan dokter (bila ada)

- Membantu Dokter melakukan tindakan (bila ada)

- Mengantar / Mengambil pasien dari OK (bila ada)

- Dokumentasi

13.00 – 13.30 WIB

- Membuat laporan Dinas

- Mengontrol keperluan alat dan kebutuhan ruangan.

Dinas Sore

Jam

Kegiatan/ Aktifitas

13.30 – 14.00 WIB

- Membaca laporan

- Operan pasien dan status

- Operan alat

- Mengontrol kebersihan ruangan dan alat

- Mengisi Absen

14.00 – 19.00 WIB

- Memberi asuhan berkelanjutan

- Melakukan asuhan kebidanan

- Mengantar / Mengambil Pasien Dari OK (bila ada)

- Dokumentasi

19.00 – 19.30 WIB

- Membuat laporan Dinas

- Mengontrol keperluan alat dan kebutuhan ruangan.

Dinas Malam

Jam

Kegiatan/ Aktifitas

19.30 – 20.00 WIB

- Membaca laporan

- Operan pasien dan status

- Operan alat

- Mengisi Absen

20.00 – 06.30 WIB

- Memberi asuhan berkelanjutan

- Melakukan asuhan kebidanan

- Kolaborasi dengan Dokter (bila ada)

- Mengantar / Mengambil Pasien Dari OK (bila ada)

- Dokumentasi

06.30 - 07.30 WIB

- Membuat laporan Dinas

- Melakukan asuhan kebidanan

- Mengikuti Pre conferens dan doa


BAB III

TINJAUAN TEORI

  1. Puerperium Normal

1. Pengertian

Masa nifas (puerperium) adalah masa pulih kembali, mulai dari persalinan selesai sampai alat-alat kandungan kembali seperti pra-hamil. Lama masa nifas ini yaitu 6-8 minggu (Hidayat, 2010)

Masa puerperium atau masa nifas mulai setelah partus selesai, dan berakhir setelah kira-kira enam minggu, akan tetapi seluruh alat genitalia baru pulih kembali seperti sebelum ada kehamilan dalam waktu tiga bulan (Maulana, 2009).

Nifas dibagi dalam tiga periode, yaitu :

a. Puerperium dini yaitu kepulihan dimana ibu telah diperbolehkan berdiri dan berjalan-jalan.

b. Puerperium intermedial yaitu kepulihan menyeluruh alat-alat genitalia yang lamanya 6-8 minggu.

c. Remote puerperium adalah waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat sempurna terutama bila selama hamil atau waktu persalinan mempunyai komplikasi. Waktu untuk sehat sempurna bisa berminggu-minggu, bulanan atau tahunan (Mochtar, 2006).

2. Beberapa Perubahan Pada Masa Nifas

Dalam masa nifas, alat-alat genitalia eksterna maupun interna aan berangsur-rangsur pulih kembali seperti keadaan sebelum hamil. Perubahan-perubahan alat-alat genital inidalam keseluruhannya disebut involusi. Disamping involusi ini, terjadi juga perubahan-perubahan penting seperti timbulnya laktasi.

Setelah janin dilahirkan fundus uteri kira-kira setinggi pusat, segera setelah plasenta lahir, tinggi fundus uteri ± 2 jari dibawah pusat. Pada hari ke-5 postpartum uterus ± setinggi 7 cm atas simfisis pusat, sesudah 12 hari uterus tidak dapat diraba lagi diatas simfisis. Sesudah 2 minggu diameternya menjadi 3,5 cm dan pada 6 minggu telah mencapai 2,4 mm (Wiknjosastro,2007).

Menurut Mochtar (2006) involusi alat-alat kandungan seperti berikut ini :

1. Uterus secara berangsur-angsur menjadi kecil (involusi) sehingga akhirnya kembali seperti sebelum hamil.

Involusi

Tinggi fundus uteri

Bayi lahir

Setinggi pusat

Uri lahir

2 jari bawah pusat

1 minggu

Pertengahan pusat simfisis

2 – 6 minggu

Tidak teraba diatas simfisi

2. Luka-luka

Pada jalan lahir bila tidak disertai infeksi akan sembuh dalam 6-7 hari.

3. Rasa Sakit:

Yang disebut After pains (Mules-mules) disebabkan kontraksi rahim, biasanya berlangsung 2-4 hari pasca persalinan. Perlu diberikan pengertian pada ibu mengenai hal ini dan bila terlalu menggangu dapat diberi obat-obat analgetik.

4. Lochia.

Adalah cairan secret yang berasal dari kovum uteri dan vagina dalam masa nifas, yaitu :

a) Lochia rubra (cruenta)

Berisi darah segar dan sisa-sisa selaput ketuban, sel-sel desidua, verniks kasesosa,

lanugo, dan mekonium selama 2 hari pasca persalinan.

b) Lochia sanguinolenta

Berwarna merah kuning berisi darah dan lender, hari ke 3-7 pasca persalinan.

c) Lochia serosa

Berwarna kuning, cairan tidak berdarah lagi, pada hari ke 7-14 pasca persalinan.

d) Lochia alba

Cairan putih, setelah 2 minggu

5. Servik

Setelah persalinan, bentuk servik agak menganga seperti corong berwarna merah kehitaman. Konsentrasinya lunak, terdapat perlukaan-perlukaan kecil setelah bayi lahir, tangan masih bisa masuk rongga rahim setelah 2 jam dapat dilalui oleh 2-3 jari dan setelah 7 hari hanya dapat dilalui 1 jari

6. Ligament-ligamen

Ligamen, fasia, dan diafragma pelviks yang meregang pada waktu persalinan, setelah bayi lahir secara berangsur-angsur menjadi ciut dan pulih kembali sehingga tidak jaran uterus jatuh ke belakang dan menjadi retrofleksi, karena ligament rotundum menjadi kendor.

  1. Perawatan Postpartum

1. Mobilisasi

Karena lelah bersalin ibu harus istirahat, tidur terlentang selama 8 jam pasca persalinan, kemudian boleh miring-miring ke kanan dna kekiri. Mobilisasi mempunyai variasi, tergantung pada komplikasi persalinan, nifas, dan sembuhnya luka-luka (Manuaba,2009)

2. Diet

Makan harus, bergizi, berkalori dan mengandung protein (Wiknjosastro,2008)

3. Miksi

Hendaknya miksi atau berkemih dapat dilakukan sendiri, ibu sering mengalami kesulitan dalam berkemih, karena vesika utera tertekan oleh kepala janin pada saat partus, sehingga fungsinya terganggu. Bila kandung kencing penuh dan ibu tidak dapat berkemih sendiri sebaiknya dilakukan kateterisasi dengan memperhatikan jangan sampai terkena infeksi(Saifuddin,2007).

4. Defekasi

Buang air atau defekasi harus ada dalam 3 hari postpartum, bila masih sulit buang air besar dan terjadi obstipasi apabila berak keras dapat dilakukan klisma atau diberikan laksans per oral atau per rectal (Wiknjosastro, 2007).

5. Perawatan Payudara (Mamae)

Perawatan mamae telah dimulai sejak waktu hamil supaya putting susu lemas, tidak keras, dan kering sebagai persiapan untuk menyusui bayinya dan dianjurkan pada ibu untuk menyusui bayinya karena sangat penting dan baik untuk kesehatan bayi (Mochtar, 2006)

6. Laktasi

Untuk menghadapi masa laktasi (menyusui) sejak terjadi kehamilan telah menjadi perubahan-perubahan pada kelenjar mamae, yaitu:

a) Proliferasi jaringan pada kelenjar-kelenjar, alveoli, dan jaringan lemak bertambah.

b) Keluar cairan colostrums dari duktus laktiferus berwarna kuning-putih susu.

c) Hifervaskularisasi pada permukaan dan bagian dalam, dimana vena-vena berdilatasi sehingga tampak jelas.

d) Setelah persalinan, pengaruh supresi estrogen dan progesterone hilang, maka timbul pengaruh homone prolaktin yang akan merangsang air susu. Disamping itu, pengaruh oksitosin menyebabkan mio-epitel kelenjar susu berkontraksi sehingga air susu keluar. Produksi akan banyak sesudah 2-3 hari pasca persalinan.

Bila bayi disusui, isapan pada putting susu merupakan rangsangan psikis yang secara reflektoris mengakibatkan oksitosin dikeluarkan oleh hipofise. Produksi ASI akan lebih banyak. Sebagai efek positif adalah involusi uteri akan lebih sempurna, disamping ASI merupakan makanan utama bagi bayi, menyusukan bayi untuk menambah rasa kasih sayang antara ibu dan bayi. Ibu dan bayi dapat ditempatkan dalam satu kamar (rooming in), keuntungan rooming in:

- Mudah Menyusukan bayi

- Setiap saat selalu ada kontak antara ibu dan bayi, dan

- Sedini mungkin ibu telah belajar mengurus bayinya (Mochtar,2006)

7. Pemeriksaan Pasca Persalinan

Di Indonesia ada kebiasaan atau kepercayaan ibu bersalin baru boleh keluar rumah setelah habis nifas yaitu 40 hari, bagi ibu bersalin normal hal ini baik dan dilakukan pemeriksaan kembali 6 minggu setelah persalinan. Namun, bagi ibu persalinan luar biasa harus kontrol seminggu kemudian.

Pemeriksaan postnatal antara lain meliputi:

a) Pemeriksaan umum : Tekanan darah, nadi, keluhan, dan sebagainya.

b) Keadaan umum : Suhu badan, selera makan, dan lain-lain.

c) Payudara : ASI dan puting susu.

d) Dinding perut, perineum, kandung kemih, dan rectum.

e) Secret yang keluar, misalnya lochia

f) Keadaan alat-alat kandungan (Sulistyawata, 2009)


BAB IV

TINJAUAN KASUS

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS NY.”F” DENGAN POST PARTUM SPONTAN DRIP DI RRI OBGYN RSUD DR. IBNU SUTOWO BATURAJA TAHUN 2011

Pengkajian ini dilakukan pada tanggal 7 – 8 Mei 2011 di RRI Obgyn RSUD Dr. Ibnu Sutowo Baturaja oleh mahasiswa akademi kebidanan Darul Ma’arif Al-Insan Baturaja tahun 2011

Pada tanggal 7 Mei 2011 Pukul 09.30 WIB

A. DATA SUBJEKTIF

1. Biodata

Nama Istri : Ny.”F” Nama Suami : Tn.”E”

Umur :30 Tahun Umur : 32 Tahun

Agama : Islam Agama : Islam

Pendidikan : SMA Pendidikan : SMA

Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Wiraswasta

Alamat : Kemelak, Baturaja Alamat : Kemelak, Baturaja

2. Keluahan Utama

Ibu mengaku telah melahirkan anak ke 3 pada jam 06.30 WIB dan ibu merasa masih nyeri bagian perut.

3. Riwayat Menstruasi

Menarche : 13 tahun Warna : Merah

Siklus : 28 hari Sifat darah : Cair

Lamanya : 6 hari Banyaknya : 2 x ganti pembalut

4. Riwayat Perkawinan

Menikah : Menikah Berapa kali : 1 kali

Umur waktu menikah : 21 tahun Lama : 11 tahun

5. Riwayat Kehamilan, persalinan, dan nifasnya yang lalu.

No

Usia

Kehamlan

Penolong

tempat

Penyulit

Jenis

Persalinan

Tahun

Anak

ket

JK

PB

BB

1.

2.

3.

Aterm

Aterm

Aterm

Bidan

Bidan

Bidan

BPS

RS

RS

Tdk ada

Tdk ada

Tdk ada

Spontan

Spontan

Spontan

2001

2006

2011

Lk

Pr

Lk

49

51

48

3100

2900

2800

Hidup

Hidup

Hidup

6. Riwayat KB

Pernah menjadi akseptor KB : Pernah

Jenis Kontrasepsi : Suntik 3 Bulan

Lamanya : 3 tahun

7. Riwayat penyakit ibu dan keluarga

Jantung : Tidak ada Alergi obat : Tidak ada

Hipertensi : Tidak ada Riwayat operasi : Tidak ada

Diabetes meletus : Tidak ada Asma : Tidak ada

TBC : Tidak ada Ginjal : Tidak ada

8. Data Psikososial

Hubungan ibu dengan suami : Baik

Hubungan ibu dengan keluarga : Baik

Pengambil keputusan dalam keluarga : Suami

9. Pola Kebiasaan sehari-hari

Pola nutrisi

- Frekuensi : 3x sehari

- Jenis : Nasi, Lauk, sayur.

- Minum : ± 7 gelas/ hari (± 1500 ml)

Pola Istirahat

- Tidur siang : ± 1 jam

- Tidur malam : ± 7 jam

B. DATA OBJEKTIF

1. Pemeriksaan Umum

Keadaan umum : Baik

Kesadaran : Compos mentis

Vital sign, TD : 120/80 mmHg

Nadi : 82 x / menit

Suhu : 36,3º C

RR : 22x/ menit

2. Pemeriksaan Khusus

Inspeksi

- Kepala : Rambut bersih, tidak berektombe, hitam, bergelombang

- Mata : Sklera tidak ikterik, konjungtiva palperbra tidak anemis

- Hidung : Tidak ada polip

- Mulut gigi : Tidak ada karies, gigi berlubang, dan tidak sariawan.

- Leher : Tidak ada pembengkakan kelenjar tiroid

- Dada : Simetris

- Payudara : Putting susu menonjol, areola hiperpigmentasi

- Genitalia : Tidak ada varises, tidak ada kelainan, terdapat lochia rubra.

- Ekstremitas : Atas : Tidak odema

Bawah : Tidak odema, tidak ada varises.

Palpasi

- Abdomen : TFU 2 jari bawah pusat, konsistensi uterus keras, kontraksi baik.

C. ASSESMENT

Diagnosa : P3A0 Post partum spontan Drip hari ke 1

Masalah : - Ibu merasa mules pada perutnya

- ASI ibu masih sedikit

Kebutuhan : - Menjelaskan pada ibu tentang masa nifas

- Memberi terapi yang dianjurkan Dokter.

- KIE tentang asupan nutrisi

- KIE tentang cara menyusui yang baik

- KIE tentang ASI On demand

D. PLANNING

1. Memberikan pada ibu hasil pemeriksaan yang dilakukan:

- TD : 120 / 80 mmHg RR : 22 x/ menit

- Nadi : 82 x/ menit Suhu : 36,3º C

2. Menjelaskan pada ibu tentang masa nifas dan proses pemulihannya.

3. Kolaborasi dengan Dokter, terapi oral:

- Amoxicilin 3 x 500 mg

- Asam mefanamat 3 x 500 mg

- Fondazen tablet 1 x 1

4. Menganjurkan ibu untuk menjaga personal hygiene dan vulva hygiene, seperti dengan cara mengganti pembalut yang ibu pakai apabila sudah penuh.

5. menjelaskan pada ibu untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi, dan minum ± 2000 ml/ hari

6. menganjurkan dan membimbing ibu mengenai posisi dan teknik menyusui yang benar yakni bagian siku dalam menompang kepala bayi dan telapak tangan menyangga bokong bayi, keemapt jari dan ibu jari tangan yang lain menompang payudara, sebagian besar areola mamae masuk seluruhnya kemulut bayi sehingga mengeluarkan ASI lebih optimal.

7. menganjurkan pada ibu untuk memberikan ASI secara on demand atau sesering mungkin sesuai kebutuhan bayi.

8. Melakukan perawatan bayi baru lahir termasuk perawatan tali pusat pada bayi dengan membungkus tali pusat menggunakan kassa yang bersih dan steril dan mengajarkannya pada ibu.

ASUHAN KEBIDANAN PADA HARI KE 2

Pada tanggal 8 Mei 2011 pukul 08.30 WIB

A. Data Subjektif

Ibu merasa mules pada perutnya sudah berkurang dan ASI ibu sudah lancer.

B. Data Objektif

1. Pemeriksaan Umum

- Keadaan umum : Baik - Kesadaran : Compos Mentis

- Vital sign, TD : 110/80 mmHg - Nadi : 81x/ menit

- Suhu : 36,5 º C - RR : 23x / menit

2. Pemeriksaan khusus

Inspeksi

- Kepala : Rambut bersih, tidak berektombe, hitam, bergelombang

- Mata : Sklera tidak ikterik, konjungtiva palperbra tidak anemis

- Mulut gigi : Tidak ada karies, gigi berlubang, dan tidak sariawan.

- Leher : Tidak ada pembengkakan kelenjar tiroid

- Dada : Simetris

- Payudara : Putting susu menonjol, areola hiperpigmentasi

- Genitalia : Tidak ada varises, tidak ada kelainan, terdapat lochia rubra.

Palpasi

- Abdoment : TFU 3 jari bawah pusat, konsistensi keras, kontraksi baik.

C. Assesment

Diagnosa : P3A0 postpartum spontan drip hari ke 2

Masalah : Tidak ada

Kebutuhan : - KIE tentang ASI ekslusif

- KIE tentang perawatan bayi baru lahir

- KIE tentang KB atau kontrasepsi

- KIE tentang tanda-tanda bahaya pada masa nifas.

D. Planning

1. Memberi tahu ibu hasil hasil pemeriksaan yang dilakukan.

- Vital TD : 110/80 mmHg Nadi : 81 x/ menit

- Suhu : 36,5ºC RR : 23x / menit

2. Menganjurkan pada ibu untuk tetap menjaga personal hygiene.

3. Menganjurkan pada ibu untuk memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan.

4. Menganjurkan pada ibu tetang perawatan bayi baru lahir termasuk perawatan tali pusar yaitu membungkus tali pusat dengan kassa yang bersih dan steril.

5. Melanjutkan terapi obat oral dari Dokter.

6. Menjelaskan pada ibu tentang KB hormonal dan non hormonal:

- KB hormonal seperti : Suntik, pil, implant, dan lain-lain

- KB non hormonal seperti : IUD, kondom, MAL (Metode Amenorea Laktasi) dan lain-lain.

7. Menjelaskan pada ibu tentang tanda-tanda bahaya pada masa nifas, yaitu seperti infeksi nifas, perdaraahan pada masa nifas, infeksi saluran kemih dan patologi menyusui.

8. Memberi tahu bahwa ibu sudah baik dan ibu sudah diperbolehkan pulang dan persiapan pasien pulang.

9. menganjurkan pada ibu untuk kontrol kembali ker Rumah Sakit/ tenaga kesehatan lain apabila ada keluhan.


BAB V

PEMBAHASAN

Berdasarkan teori standar pelayanan asuhan kebidanan pada ibu nifas normal yaitu pemeriksaan postnatal antara lain meliputi :

- Pemeriksaan umum : Tekanan darah, nadi, keluhan, dan sebagainya.

- Keadaan umum : Suhu badan, selera makan, dan lain-lain

- Payudara : ASI dan Puting susu

- Dinding perut, perineum, kandung kemih, dan rectum.

- Sekret yang keluar, misalnya lochia

- Keadaan alat-alat kandungan.

Data yang didapat setelah kami melakukan observasi terhadap Ny.”F” dengan post partum spontan drip yang dirawat di RRI Obgyn RSUD Dr. Ibnu Sutowo Baturaja di dapat bahwa ibu tersebut mengalami masa nifas yang normal atau puerperium normal dengan hasil pemeriksaan umum sebagai berikut :

- Keadaan umu : Baik TD : 120/ 80 mmHg

- Kesadaran : compos mentis Nadi : 82x / menit

- Suhu : 36,3º C RR : 22x/ menit

Dari kasus ini asuhan kebidanan pada ibu nifas Ny. “F” dengan post partum spontan drip di RRI Obgyn Di RSUD Dr. Ibnu Sutowo Baturaja tahun 2011 kami mengikuti perkembangannya setelah dinilai didapatkan diagnosa yaitu Ny.”F” dalam keadaan puerperium normal.

Asuhan kebidanan yang kami berikan pada Ny.”F” dengan post partum spontan drip yaitu sebagai berikut :

- Memberitahu pada ibu hasil pemeriksaan yang dilakukan

- Menjelaskan pada ibu tentang masa nifas dan proses pemulihannya.

- Meberikan terapi yang dianjurkan oleh Dokter.

- Menganjurkan ibu untuk menjaga personal hygiene dan vulva hygiene

- Melakukan breast care pada ibu dan mengajarkannya

- Mengajarkan pada ibu cara menyusui yang baik dan benar

- Menganjurkan pada ibu untuk memberikan ASI secara on demand.

- Menjelaskan pada ibu tentang ASI ekslusif selama 6 bulan

- Melakukan perawatan bayi baru lahir termasuk perawatan tali pusat

- Menjelaskan tentang macam-macam kontrasepsi.

Setelah melakukan pemeriksaan pada Ny.”F” di RRI Obgyn RSUD Dr. Ibnu Sutowo Baturaja dengan diagnosa Puerperium normal maka dilakukan asuhan kebidanan pada ibu nifas sesuai dengan prosedur yang ditetapkan.


BAB VI

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Dari hasil asuhan kebidanan pada ibu nifas yang telah kami uraikan maka dapat kami simpulkan sebagai berikut:

1. Dari data subjektif dapat kami simpulkan bahwa Ny.”F” pada tanggal 07-05-2011 pukul 09.30 WIB datang di RRI Obgyn RSUD Dr. Ibnu Sutowo Baturaja.

2. Dari data objektif telah dilakukan pemeriksaan fisik yang meliputi pemeriksaan umum, pemeriksaan fisik.

3. Dari data yang telah ditegakkan diagnosa pada Ny.”F” dengan post partum spontan drip.

4. Dapat membuat perencanaan pada asuhan kebidanan yang akan dilakukan secara menyeluruh pada Ny.”F” sesuai dengan kebutuhan antara lain:

- Memberitahu pada ibu hasil pemeriksaan yang dilakukan

- Menjelaskan pada ibu tentang masa nifas dan proses pemulihannya.

- Menganjurkan ibu untuk menjaga personal hygiene dan vulva hygiene

- Melakukan breast care pada ibu dan mengajarkannya

- Mengajarkan pada ibu cara menyusui yang baik dan benar

- Menganjurkan pada ibu untuk memberikan ASI secara on demand.

- Menjelaskan pada ibu tentang ASI ekslusif selama 6 bulan

- Melakukan perawatan bayi baru lahir termasuk perawatan tali pusat

- Menjelaskan tentang macam-macam kontrasepsi.

5. Setelah menginterpretasikan perencanaan, maka kami dapat mengevaluasi bahwa ibu Ny.”F” dengan post partum dirawat di RSUD Dr. Ibnu Sutowo Baturaja.

B. SARAN

1. Bagi RSUD Dr. Ibnu Sutowo Baturaja

Agar dapat mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan pelayanan dan menambah kualitas sarana dan prasarana rumah sakit.

2. Bagi Insitusi Pendidikan

Agar institusi lebih meningkatkan lagi kualitas pengajarannya dan dapat lebih memperhatikan mahasiswa agar mendapatkan perhatian yang baik.

3. Bagi Mahasiswa

Agar mahasiswa bisa memberikan asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan post partum spontan drip dan untuk lebih meningkatkan kinerja tenaga kesehatan di masa yang akan datang.


DAFTAR PUSTAKA

Anurogo, Dito. 2008. (Profil Dinas Kesehatan Prop. Sum-Sel,2008).

(http://kabarindonesia.com/berita.php?pil=3&jd=(ProfilDinasKesehatan-Pro.Sum-Sel,2008)..htm diakses tanggal 09 Mei 2011.

Hidayat,A.Aziz Alimul.(2010).Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas. Jakarta: Salemba Medika

Manuaba, IBG. 2005.Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana untuk

Pendidik Bidan. Jakarta : EGC.

Maulana, Mirza.(2009). Tanya-jawab Lengkap dan Praktis Seputar Reproduksi,

kehamila, Merawat Bayi. Jogjakarta: Tunas Publishing.

Mochtar, Rustam.2006.Sinopsis Obstetri jilid 1. Jakarta. EGC

Saifuddin, Abdul Bari(ed).2007.Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan

Neonatal. Jakarta: JNPKKR-POGI

Sulistiyawati, A.2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas. Jakarta : Salemba Medika.

Wijayakusuma, Hembing (2008). Data Dinkes Sumsel, 2007)

(online) (http://data.wordpress.com/2008,diakses 9 Mei 2011

Wiknjosastro,Hanifa(ed).2007.Ilmu Kebidanan. Jakarta : YB-PSP

________________. 2008. Ilmu Kebidanan. Jakarta: YB-PSP

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar